Determinan Intensi Whistleblowing Internal pada OPD Kabupaten Purbalingga

Ningrum Pramudiati, Rizki Nur Aziz

Abstract


This research aims to examine the determinants of internal whistleblowing intention at OPD Purbalingga Regency. The determinants of internal whistleblowing intention need to be examined because Indonesia is one of the countries with a high level of fraud. This research used primary data in the form questionnaires with purposive sampling method. The sample used in this study were 27 Regional Apparatus Organizations (OPD) in Purbalingga Regency, Central Java Province. The variables examined in this study were professional commitment, ethical environment, moral intensity, and personal cost. This research used descriptive analysis and multiple linear regression analysis. The results of this study indicate that professional commitment, ethical environment, moral intensity, and personal cost have a positive and partial effect on the intention to conduct internal whistleblowing at the Regional Apparatus Organization (OPD) of Purbalingga Regency. A person with a high moral intensity tends to have a high intensity to whistleblowing. This means that morals are often an important limitation for a person to take action. A person with high moral boundaries will not like anything beyond the existing moral rules.


Keywords


professional commitment; ethical environment; moral intensity; personal cost; whistleblowing

Full Text:

PDF

References


Ahyaruddin, M., & Asnawi, M. (2017). Pengaruh moral reasoning dan ethical environment terhadap kecenderungan untuk melakukan whistleblowing. Jurnal Akuntansi & Ekonomika, 7(1), 1–20.

Aliyah. (2015). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi minat pegawai dalam melakukan tindakan whistle-blowing. Jurnal Dinamika Ekonomi & Bisnis, 12(2). 173–189.

Amelia, X. (2018). Pengaruh Intensitas Moral, Komitmen Profesional, Komitmen Organisasi, Dan Sensitivitas Etis Terhadap Whistleblowing (Studi Kasus Pada Perusahaan Unilever Di Kota Payakumbuh, Bukittinggi, dan Padang). JOM Fekon, 5.

Aranya, N., Pollock, J., & Amernic, J. (1981). An examination of professional commitment in public accounting. Accounting, Organizations and Society, 6(4), 271-280.

Auzan, M. (2018). Evaluasi Implementasi Whistleblowing System pada PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. Skripsi. Universitas Brawijaya.

Brief, A. P., & Motowidlo, S. J. (1986). Prosocial organizational behaviors. Academy of Management Review, 11(4), 710-725.

Busra, N. F., Ahyaruddin, M., & Agustiawan, A. (2019). Pengaruh Tingkat Keseriusan Kecurangan, Personal Cost, dan Komitmen Organisasi Terhadap Kecenderungan Melakukan Whistleblowing. Muhammadiyah Riau Accounting and Business Journal, 1(1), 011-019.

Corruption Perceptions Index. (2019). Corruption Perceptions Index.

Dalton, D., & Radtke, R. R. (2013). The joint effects of Machiavellianism and ethical environment on whistle-blowing. Journal of business ethics, 117(1), 153-172.

Dozier, J. B., & Miceli, M. P. (1985). Potential predictors of whistle-blowing: A prosocial behavior perspective. Academy of Management Review, 10(4), 823-836.

Hanif, R. A., & Odiatma, F. (2017). Pengaruh Lingukungan Etika Terhadap Niat Melakukan Whistleblowing dengan Locus of Control Sebagai Variabel Moderasi. Jurnal Akuntansi Keuangan dan Bisnis, 10(2), 61-69.

Husniati, S. (2017). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Intensi Untuk Melakukan Whistleblowing Internal (Studi Empiris Pada Satuan Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Rokan Hulu). JOM Fekon, 4(1), 1223–1237.

Janitra, W. A. (2017). Pengaruh Orientasi Etika, Komitmen Profesional, Komitmen Organisasi, Dan Sensitivitas Etis Terhadap Internal Whistleblowing. JOM Fekon, 4(1), 1208–1222.

Joneta, C., Anugerah, R., & Susilatri, S. (2016). Pengaruh Komitmen Profesional Dan Pertimbangan Etis terhadap Intensi Melakukan Whistleblowing: Locus of Control sebagai Variabel Moderasi. JOM FEB, 3(1), 1960–1970.

Komite Nasional Kebijakan Governance. (2008). Pedoman Sistem Pelaporan Pelanggaran – SPP (Whistleblowing System – WBS).

Kreshastuti, D. K., & Prastiwi, A. (2014). Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Intensi Auditor untuk Melakukan Tindakan Whistleblowing (Studi Empiris pada Kantor Akuntan Publik di Semarang). Diponegoro Journal Of Accounting, 3(2), 389–403.

Kristanti. (2018). Analisis Pengaruh Personal Cost Dan Lingkungan Etika Terhadap Niat Melakukan Whistleblowing Dengan Locus Of Control Sebagai Variable Moderasi. Tesis. Universitas Islam Indonesia.

Lestari, R., & Yaya, R. (2017). Whistleblowing dan faktor-faktor yang mempengaruhi niat melaksanakannya oleh aparatur sipil negara. Jurnal Akuntansi, 21(3), 336-350.

Oktavia, E. (2018). Pengaruh Personal Cost, Komitmen Organisasi, Sensitivitas Etis dan Machiavellian Terhadap Minat Melakukan Whistleblowing (Studi Empiris pada ASN di OPD Kota Pekanbaru). JOM FEB, 1(1), 1–15.

Pangesti, S. N., & Rahayu, S. (2017). Pengaruh Komitmen Profesional Dan Sosialisasi Antisipatif Mahasiswa Akuntansi Terhadap Whistleblowing (studi Empiris Pada Mahasiswa Akuntansi Universitas Telkom Di Bandung Tahun Akademik 2015/2016). eProceedings of Management, 4(3), 2750–2761.

Prayogi, W. R., & Suprajitno, D. (2020). Pengaruh Komitmen Profesional, Personal Cost, dan Moral Reasoning Terhadap Niat Seseorang untuk Melakukan Tindakan Whistleblowing. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Manajemen, Bisnis dan Akuntansi (JIMMBA), 2(1), 10-16.

Putra, A. A., & Hariyani, E. (2018). Pengaruh Komitmen Profesional, Lingkungan Etika, Intensitas Moral, Personal Cost Terhadap Intensi Untuk Melakukan Whistleblowing Internal (Studi Empiris Pada Opd Kabupaten Bengkalis). Jurnal Akuntansi Keuangan dan Bisnis, 11(2), 17-26.

Rahmadani, A., Hardi, H., & Wiguna, M. (2018). Pengaruh Orientasi Etika Relativisme, Intensitas Moral, Komitmen Organisasi, Sifat Machiavellian dan Tingkat Keseriusan Kecurangan terhadap Intensi untuk Melakukan Whistleblowing Internal (Studi Empiris pada OPD Kabupaten Rokan Hilir). JOM FEB, 1(1), 1–15.

Risalah, D. F. (2018, June 6). Bupati Purbalingga Resmi Tersangka. Republika, 8.

Sari, M. M. R., & Ariyanto, D. (2017). Determinan Tindakan Whistleblowing. Jurnal Ekonomi dan Pariwisata, 12(1).

Schultz, J. J., Johnson, D. A., Morris, D., & Dyrnes, S. (1993). An investigation of the reporting of questionable acts in an international setting. Journal of Accounting Research, 31, 75-103.

Suzila, S. (2018). Pengaruh sifat machiavellian dan lingkungan etika terhadap niat melakukan whistleblowing (Studi eksperimentasi pada SKPD di Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman). Jurnal Akuntansi, 6(3), 1–11.

Zanaria, Y. (2016). Pengaruh Profesionalisme Audit, Intensitas Moral untuk Melakukan Tindakan Whistleblowing (Studi pada KAP di Indonesia). Akuisisi: Jurnal Akuntansi, 12(1).




DOI: http://dx.doi.org/10.35917/tb.v21i2.180

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License. ISSN 2541-6790. joomla visitors View My Stats